3 Penyebab Obesitas + Alasan Mengapa Anda Tidak Perlu Minum Obat Pelangsing

3 Penyebab Obesitas + Alasan Mengapa Anda Tidak Perlu Minum Obat Pelangsing

Setelah membaca artikel ini, anda akan memahami apa penyebab obesitas yang sebenarnya.

Sehingga anda, mungkin, tidak akan pernah lagi membeli obat pelangsing atau herbal penurun berat badan.

Alasannya sederhana. Yaitu, karena obat dan herbal penurun berat badan itu tidak berfungsi dalam mengatasi masalah yang sedang anda hadapi.

+
Saya tidak anti dengan obat pelangsing atau herbal penurun berat badan.

Dan saya percaya, bahwa banyak herbal atau obat yang bisa membuat angka timbangan anda bergerak ke kiri.

Cuma pertanyaannya, apakah saat berat badan anda turun, lemak badan anda ikut berkurang?

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, lemak badan itu masih utuh.

Yang berkurang hanya cairan, juga kotoran yang mengendap di sepanjang usus akibat proses cerna yang tidak optimal selama bertahun-tahun.

+
Saat cairan anda berkurang. Saat kotoran di kolon terbuang, berat badan anda memang akan turun.

Tapi lemak badan anda masih utuh. Tidak susut sama sekali.

Jadi obat dan herbal itu sebenarnya untuk proses detoksifikasi. Untuk membersihkan sampah.

Bukan mengurangi lemak badan. Bukan fat burning, alias bakar lemak.

Mengapa saya berani sekali bicara seperti itu?

Ya karena secara science dan matematika tubuh, lemak badan hanya bisa dikurangi oleh organ yang memproduksinya.

Yaitu liver. Alias hati!

+
Jadi, ya. Hanya liverlah yang bisa membakar lemak badan. Menguranginya. Membakarnya jadi sumber energi.

Dengan syarat dan ketentuan khusus. Sebab tidak semua orang livernya bisa membakar lemak menjadi energi.

+
Tapi kembali ke topik.

Kali ini kita fokus bahas proses terjadinya timbunan lemak badan yang menyebabkan anda buncit dan gendut.

Dari sini nanti anda akan paham sendiri bahwa obat pelangsing dan herbal penurun berat badan tidaklah relevan.

Anda soal bagaimana liver membakar lemak anda bisa pelajari artikel Cara Membakar Lemak Badan Tanpa Obat dan Olahraga Berat.

++

HYPERGLICEMIC

Obesitas dan timbunan lemak di badan tidak serta merta terjadi secara instan.

Prosesnya lumayan panjang.

Jadi kalau hari ini anda obesitas, sebenarnya prosesnya sudah terjadi sejak lama. Bisa lebih dari 5 tahun atau bahkan sudah 10 tahun yang lalu.

+
Dan tahap pertama, selalu dimulai dari kondisi Hyperglycemic.

Atau tingginya kadar gula di dalam darah. Kadar gulanya melebihi ambang batas dari normal.

Gula darahnya lebih dari 125 Mg/dl. Atau lebih dari 1.5 sendok teh gula pasir.

+
Gula di dalam darah yang melebihi ambang batas adalah racun, dan sangat berbahaya bagi tubuh.

Karena itu, tubuh tidak akan tinggal diam. Tubuh punya mekanisme khusus untuk membuat stabil gula darah sesegera mungkin.

Maka tubuh akan segera mengutus organ Pankreas untuk beraksi, menjalankan tugasnya.

+
Lewat sel beta, Pankreas memproduksi sebuah hormon khusus untuk mentralisir kelebihan gula dalam darah.

Dialah Hormon Insulin.

Hormon insulin ini akan segera melesat masuk ke dalam aliran darah. Dan kemudian akan membawa kelebihan gula dari dalam darah menuju 60 triliun sel dalam tubuh.

+
Setiap sel memiliki dua buah pintu. Yaitu pintu Reseptor dan Gluth-4.

Pintu Reseptor adalah pintu yang digunakan untuk menerima kadatangan insulin.

Sementara pintu Gluth-4 adalah pintu untuk masuknya gula dari dalam darah.

+
Tapi kedua pintu ini punya mekanisme yang bersifat baku.

Yaitu, pintu Gluth-4 hanya akan terbuka mana kala pintu Reseptor dalam posisi terbuka.

Artinya, gula dari dalam darah hanya bisa masuk ke dalam sel kemudian dibakar, kalau insulin bisa masuk ke dalam reseptor.

Itu artinya, kalau reseptor tidak terbuka, maka insulin tidak dapat masuk. Dan dengan sendirinya, gula dari darah juga tidak dapat masuk ke dalam sel.

+
Nah, selama kedua pintu sel ini baik-baik saja, maka kondisi Hyperglicemic tidak jadi. masalah.

Karena kelebihan gula akan dibawa masuk ke dalam sel, kemudian dibakar menjadi energi.

Dan kadar gula di dalam darah akan normal kembali.

Selama tubuh masih dalam kondisi ini, maka anda aman. Dan anda masih sehat!

++

INSULIN RESISTEN

Kita bisa ibaratkan insulin ini seperti driver gojek yang mengantarkan makanan.

Dan gula yang dia bawa dari darah, sebenarnya adalah makanan bagi sel.

Akan tetapi, sebagaimana kita, sel juga punya rasa kenyang. Punya batas kemampuan mencerna gula.

+
Cuma soalnya, gula darah kita setiap waktu selalu dalam kondisi tinggi.

Baik gula darah dari makanan yang kita makan mulai dari pagi, siang, sore, dan malam. Ditambah cemilan atau minuman yang tinggi gula.

Belum lagi gula yang diproduksi oleh tubuh kita sendiri, lewat proses Gluconeogenesis.

Pelajari artikel : 2 Penyebab Kenaikan Gula Darah yang Tidak Pernah Dijelaskan oleh Dokter

+
Nah, karena gula darah selalu tinggi, maka otomatis Pankrean akan memproduksi Insulin secara terus menerus.

Hal ini mengakibatkan Hyperinsulinemia. Alias berlebihnya kadar insulin di dalam darah.

+
Insulin dalam jumlah besar ini, kemudian berbondong-bondong menyerbu sel.

Menggedor-gedor sel agar membukakan pintu Reseptor. Memaksa sel mau menerima dan membakar kelebihan gula dari dalam darah.

Sementara sel, yang begitu sering dikirimi gula, tentu punya batas kemampuan dalam membakar gula.

Ibarat orang, sel juga punya batas kesabaran kalau gerbang rumahnya selalu digedor-gedor gojek yang nganter makanan yang tidak dia pesan.

+
Kalau over kapasitas dalam menyimpan gula, dan tak lekas dimetabolisme, maka sel melakukan pertahanan.

Caranya adalah, dengan menutup pintu Reseptor. Dengan begitu, maka insulin tidak dapat masuk.

+
Masih ingatkan hukum kedua pintu yang ada di dalam sel ini?

Bagus. Benar sekali, jika Reseptor tidak membuka, maka otomatis Gluth-4 juga tidak akan terbuka.

Atau dengan istilah lain, jika insulin ditolak masuk sel, maka otomatis kelebihan gula dari darah tidak bisa masuk dan dibakar oleh sel.

+
Nah, kondisi di mana sel menolak membuka pintu Reseptor sehingga insulin tidak dapat masuk ini, disebut sebagai kondisi Insulin Resisten.

Dan konsekuensinya, insulin dan gula sama-sama tinggi di dalam darah.

+
Celakanya, Pankreas bukannya berhenti. Dia malah memproduksi insulin lebih banyak lagi.

Lalu insulin ini disuruh menggedor sel dan membawa gula darah lagi untuk dimetabolisme.

Dan akhirnya, semakin banyak sel yang semakin resisten terhadap insulin.

++

LIPOGENESIS

Setelah itu, obesitas mulai terjadi.

Lewat peran liver yang turun tangan, membantu menetralisir over gula di dalam darah.

+
Liver akan mengambil gula dari darah, dan gula darah tersebut dia simpan dalam bentuk cadangan gula.

Cadangan gula di liver ini kemudian kita kenal sebagai Glycogen.

Cuma sayangnya, liver tidak mampu menyimpan dalam jumlah besar.

Liver hanya mampu menyimpan Glycogen sebanyak 100 gram.

Dengan alasan, karena setiap gram glukosa akan mengikat cairan sebanyak 5 gram. Jadi kalau cairan terlalu banyak di liver, maka itu bisa berbahaya.

+
Dan kemudian, liver menempuh jalan lain demi membantu menstabilkan gula di dalam darah.

Yaitu, dengan mengubah kelebihan gula darah menjadi lemak.

Dan proses diubahnya gula darah menjadi lemak badan itu disebut sebagai Proses Lipogenesis.

Lemak-lemak ini kemudian akan disimpan di dalam sel lemak, atau disebut Adipose Tissue.

Letaknya ya di perut, bokong, pinggang, pipi, lengan, dan lain sebagainya.

+
Rumusnya begini.

Semakin tinggi kadar gula darah yang harus dinetralisir oleh liver karena sel lain sudah resisten kepada insulin, maka semakin banyak pula lemak badan yang akan diproduksi oleh liver.

Itu artinya, semakin banyak gula darah yang diubah jadi lemak, maka anda akan semakin menggendut.

+
Dengan kata lain, lemak-lemak di badan yang membuat anda obesitas itu, adalah kelebihan gula darah yang sudah berubah wujud.

Dan kalau dibuat kesimpulan sederhana, maka proses terjadinya kegendutan itu dimulai dari yang namanya Hiperglicemik, alias gula darah yang melebihi ambang batas.

+
Maka kalau saya ditanya, penyebab obesitas itu apa, dengan sangat mudah saya akan menjawab.

Penyebab obesitas adalah karena aktivitas yang menyebabkan gula di dalam darah melebihi ambang batas.

Aktivitas itu bisa dari dalam tubuh sendiri atau faktor dari luar.

+
Penyebab obesitas adalah karena sel sudah resisten kepada insulin, sehingga gula darah tidak dapat masuk sel untuk dibakar jadi energi.

Penyebab obesitas adalah karena liver mengubah kelebihan gula darah menjadi lemak badan, lewat proses Lipogenesis.

+
Itulah penyebab obesitas. Dan itulah urut-urutan terjadinya kegendutan yang saat ini anda alami.

Sehingga sampai di sini, anda bisa membuat pertanyaan kritis.

Apa yang bisa dilakukan oleh obat pelangsing dan herbal penurun berat badan untuk mencegah dan atau memperbaiki kondisi ini?

Apakah mereka dapat mencegah tingginya gula dalam darah?

Apakah mereka dapat membuat insulin bisa masuk ke dalam sel yang sudah resisten, agar kelebihan gula darah bisa dibakar oleh sel?

Dan apakah obat dan herbal itu, bisa menghentikan liver memproduksi lemak badan demi membuat gula dalam darah kembali normal?

+
Jawabannya adalah tidak. Tidak sama sekali!

Alasan pertama, karena obat dan herbal itu, hanya membersihkan usus, alias hanya melakukan detoksifikasi.

Kedua, obat dan herbal itu tidak bisa mencegah produksi lemak badan yang dilakukan oleh liver.

Dan ketiga, obat dan herbal itu tidak dapat mengubah lemak badan menjadi energi. Karena hanya liver yang bisa melakukannya.

+
Yang bisa mencegah produksi lemak badan berlebihan adalah diri kita sendiri.

Dengan cara mengontrol produksi lemak berlebih oleh liver. Dengan cara membuat sel tidak resis kepada insulin. Dengan cara merawat kondisi gula darah agar tidak melampaui ambang batas.

+
Dan yang bisa mengurangi lemak badan, juga hanya diri kita sendiri.

Dengan cara membuat liver bisa memecah lemak badan, kemudian mengubah lemak badan itu menjadi sumber energi.

+
Kalau produksi lemak badan tidak berlebihan lagi, dan lemak badan yang sudah terlanjur ada bisa berkurang karena dipakai sebagai sumber energi, maka langsing akan otomatis terjadi.

Cuma sayangnya, banyak orang tidak tahu caranya.

Dan itulah rahasia besar yang didapatkan oleh para peserta dietmentoring.com, sehingga mereka bisa turun berat badan 4-9 kg hanya dalam 30 hari.

Dan hasil menggembirakan itu semua dilakukan tanpa menggunakan obat, tanpa berolahraga berat, dan tanpa diet yang menyiksa. ][

MAU DIMENTORIN DIET?