Diet untuk Kolesterol : Apakah Kolesterol, dan Apa Fungsinya

Diet untuk Kolesterol : Apakah Kolesterol, dan Apa Fungsinya

Kita mulai saja konten series tentang diet untuk kolesterol ini dengan mendefininisikan kolesterol itu apa, dan apa sebenarnya fungsi kolesterol bagi tubuh kita.

Namun sebelumnya, saya ingin memberi tahu anda sebuah fakta yang sangat menarik, dan banyak orang tidak tahu.

Yaitu, dari seluruh kolesterol yang ada di dalam tubuh, 70% tubuh sendiri yang membuatnya.

+
Angka 70% adalah angka yang sangat besar. Ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa kolesterol punya tempat yang istimewa di dalam tubuh.

Sekaligus mengirim pesan bahwa kolesterol sebenarnya pasti sangat bermanfaat.

Kalau toh akhirnya justru jadi penyakit bagi sebagian orang, maka kemungkinan ada anomali dan something wrong yang harus dipecahkan.

+
Soal apa saja manfaat kolesterol, bisa anda baca di sini : Manfaat Kolesterol Bagi Kesehatan.

Kali ini kita akan bahas definisi dan juga fungsinya dalam tubuh.

+
Kalau kita menilik definisi dari wikipedia, maka kolesterol adalah sejenis lemak yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah.

+
Ada yang menarik dalam definisi itu, yaitu sejenis lipid atau sejenis lemak. Bukan tegas disebut sebagai lemak.

Dan menurut saya, itu wajar sekali.

+
Mengapa?
Ya karena memang lemak tidak water soluble. Alias tidak dapat bersatu dengan air, dan tidak dapat melewati darah.

Karena lemak tidak dapat melewati darah, maka dibutuhkan senyawa protein.

+
Itu mengapa, setiap kali berbicara tentang kolesterol, pasti ada tiga unsur yang disebut secara bersamaan.

Yaitu Trigliserides, alias lemak itu sendiri. Kemudian ada lipoprotein, yaitu LDL dan HDL.

+
LDL dan HDL sebenarnya adalah protein yang bertugas membungkus lemak, agar sang lemak tadi bisa beredar melewati darah.

Yang membedakan LDL dan HDL adalah Densitynya, alias tingkat kepadatannya.

Kalau tingkat kepadatannya kecil, alias padat, maka disebut Low Density Lipoprotein (LDL).

Kalau tingkat kepadatannya besar, artinya dia lebih elastis, maka disebut High Density Lipoprotein (HDL).

+
Selain ukuran kepadatan, LDL dan HDL dibedakan berdasarkan fungsinya.

LDL diproduksi oleh liver manakala liver butuh bantuan untuk mengangkut lemak yang dia produksi.

Karena itu, LDL disebut sebagai driver yang mengangkut lemak dari liver menuju sel, terutama sel penyimpan lemak yang disebut Adipose Tissue.

+
Sementara HDL sebaliknya. HDL akan diproduksi oleh liver, pada saat liver butuh mengambil lemak dari dalam sel.

Itu artinya, HDL adalah driver yang mengangkut lemak dari sel menuju liver.

+
Kurang argumentasi sebenarnya menyebut LDL sebagai kolesterol jahat, dan HDL sebagai kolesterol baik.

Sebab keduanya bekerja sesuai fungsinya, yang sama-sama baik.

+
LDL yang jumlahnya besar sering dianggap jahat dan pemicu penyakit kardiovasculer, khususnya jantung dan stroke.

Padahal tinggi dan rendahnya HDL akan menyesuaikan tinggi atau rendahnya lemak yang harus diangkut dari liver menuju sel penyimpan lemak.

Akan sangat berbahaya manakala LDL dalam kondisi rendah, sementara liver memproduksi banyak lemak, dan harus membuang lemak tersebut ke dalam sel.

+
Yang paling ideal, ya memang LDL akan tinggi pada saat liver punya banyak stok lemak yang harua diangkut.

Karena itu, alih-alih menyalahkan LDL, akan lebih bijak jika kita lebih memikirkan hal berikut ini:

Mengapa liver bisa memproduksi lemak secara besar-besaran?

Dan apa yang menyebabkan liver memproduksi lemak secara brutal?

Bisa anda pelajari di artikel : Proses Terjadinya Lemak Badan

+
Kalau liver tidak memproduksi lemak secara brutal, maka otomatis LDL tidak akan terlalu tinggi.

Sudah pasti. Buat apa LDL tinggi, kalau lemak yang harus diangkut tidak banyak!

+
Begitu juga dengan HDL.

HDL yang tinggi akan baik bagi kesehatan. Karena fungsi HDL adalah membawa lemak dari sel menuju liver.

+
Tingginya HDL mengkonfirmasi tiga hal penting sekaligus.

Pertama, artinya lemak yang melintas di dalam darah itu bukan untuk disimpan.

Tetapi lemak itu untuk dimetabolisme oleh liver untuk menjadi energi.

+
Kedua, menandakan bahwa liver tidak sedang memproduksi lemak secara besar-besaran.

Karena itulah, lemak yang diproduksi liver di masa lalu, akan diambil untuk dibakar.

+
Dan yang ketiga, tingginya HDL menandakan bahwa angka LDL sedang turun.

Mengapa bisa begitu?
Ya karena kalau liver sedang mengangkut lemak dari perut, maka liver akan memanggil HDL. Dengan begitu, LDL tidak akan dipanggil.

+
Karena itu, jangan lekas panik melihat angkat kolesterol total dari hasil lab anda.

Lihat dulu berapa angka Trigliserides, LDL, dan juga HDL nya.

Lalu buat pembagian sederhana berikut :

Trgiliserises : HDL angkanya berapa?

Jika hasil bagi Trigliserides dengan HDL angkanya di bawah 2, artinya tubuh anda mampu membakar timbunan lemak.

+
Tapi kalau di atas 2, apalagi jauh di atas angka 2, itu artinya tubuh anda memproduksi lemak secara brutal.

Dan tak ada pilihan lain selain segera berbenah. ][