Mengenal Fat Activator

Mengenal Fat Activator

Saya eneg dan mual mas, kalau minum VCO (virgin coconut oil).

Bahkan saat saya paksa minum sambil nutup hidung, saya malah muntah-muntah.

+
Begitu keluh salah seorang, suatu hari, kepada saya.

Ternyata dia tidak sendiri. Karena memang banyak sekali orang yang punya keluhan serupa.

Anda yang membaca tulisan ini, barangkali punya masalah serupa. 

+
Jujur, kalimat itu menghantui pikiran saya selama bertahun-tahun.

Saya pun berpikir : bagaimana ya caranya agar orang bisa mendapatkan manfaat VCO, tanpa merasa tersiksa seperti itu?

+
Setelah dua tahun memikirkannya, saya punya kabar gembira untuk anda.

Kabar gembira khusus untuk anda yang eneg dan mual saat minum VCO.

Yaitu, Fat Activator

++

MEDIUM CHAINED TRIGLISERID

+
Sebagai seorang praktisi diet rendah karbohidrat, saya paham pentingnya mencapai kondisi Ketosis.

Yaitu kondisi di mana tubuh bisa menggunakan Free Fatty Acid pada Trigliserides lemak badan menjadi ACT (Aceto Acetat) dan BHB (Betahidoksibutirat), yang dikenal sebagai Keton Bodies.

+
Nah…

Untuk mempercepat betaoksidasi asam lemak dan mencapai Kondisi Ketosis, maka kita dianjurkan untuk mengkonsumsi MCT (Medium Chain Trigliserides).

Dalam bahasa indonesia, MCT artinya Lemak Rantai Menengah.

+
Disebut lemak rantai menengah, jika rantai carbonnya adalah C6, C8, C10, dan C12.

Jika rantainya di atas C12, maka dia disebut lemak rantai panjang, alias LCT (Long Chain Trigliserides).

+
Lantas, apa saja sih produk yang tergolong lemak MCT?

Apa saja yang mengandung lemak dengan rantai C6, C8, C10, dan C12, maka dia bisa disebut MCT.

Kalau berwujud minyak, maka dia disebut MCT Oil.

Tapi kalau berwujud serbuk, maka dia disebut MCT Powder.

+
VCO yang sangat kita kenal, adalah salah satu contoh.

Walau masih mengandung lemak rantai panjang dalam jumlah lumayan besar, VCO juga mengandung lemak rantai menengah.

Karenanya, VCO tergolong MCT.

+

Selain VCO, ada juga varian minyak yang diolah lebih lanjut.

Minyak varian ini fokus mengambil lemak rantai menengahnya saja. Lemak rantai panjangnya dibuang.

Jadi komposisinya full MCT.

Itu pun kandungan C12 tidak banyak.

+
Nah…

Minyak yang kandungan lemaknya hanya C10 dan C8, dengan sedikit sekali C12, dan tanpa lemak rantai panjang ini, oleh Bulletproof diberi nama berbeda.

Yaitu X-CT Oil.

Ada produsen lain menyebutnya x-MCT.

+

Kalau di Indonesia, minyak yang kandungannya C8 dan C10 ini biasa disebut sebagai MCT Oil.

Penyebutan MCT Oil untuk C8 dan C10 ini  agak rancu, karena seolah-olah VCO bukan MCT Oil.

Padahal VCO mengandung MCT dan bentuknya oil, maka otomatis VCO juga salah satu varian MCT Oil.

+
Selain itu, ada juga minyak yang diolah lebih lanjut. Kandungannya C8 saja.

Buletproof menamainya Brainoctane.

Varian ini harganya mahal sekali. Tapi wajar, karena komposisi murni C8.

+
Sampai di sini, point pentingnya sudah jelas.

Kuncinya, selama komposisinya adalah lemak rantai menengah macam C6, C8, C10, dan C12, maka dia tergolong MCT.

Dan kalau wujudnya adalah minyak, maka dia tergolong MCT Oil.

+

Maka VCO, Brainoctane, x-MCT yang kita kenal ssbagai MCT Oil, mereka semua adalah varian dari MCT Oil.

Karena apa?

Ya karena kandungannya adalah MCT. Dan karena wujud fisiknya adalah minyak.

+
Soal bagus yang mana, itu sangat tergantung kebutuhan dan financial anda.

Kalau anda merasa perlu membersihkan candida dan jamur di kolon secara rutin setiap hari, maka C12 lebih pas.

Itu ada banyak di VCO.

Kalau anda ingin fokus menghasilkan tenaga ketone, atau butuh indurance saat marathon, maka kandungan C8 yang lebih tinggi pada x-MCT dan Brainoctane lebih pas untuk dikonsumsi.

+
Terus untuk yang eneg dan mual saat minum MCT dalam bentuk minyak, bagaimana?

Lanjutkan baca, karena setelah ini akan saya berikan solusinya.

++
FUNGSI FAT ACTIVATOR 

+
Banyak orang yang tidak nyaman mengkonsumsi MCT dalam bentuk minyak. Baik berupa VCO, x-MCT, atau Brainoctane.

Mulai dari eneg, mual, berkeringat dingin, bahkan sampai muntah.

+
Banyak cara sudah dicoba. Mulai dibekukan di kulkas, campur kopi, minum glek lalu gelontor dengan air hangat.

Tapi hasilnya tetap saja.
Mereka masih eneg, mual, bahkan muntah saat mengkonsumsi MCT dalam bentuk minyak.

+
Salah satu caranya adalah mengubah MCT yang wujudnya minyak, menjadi MCT yang bentuknya serbuk.

Dan saya mendapatkan 4 produsen yang bisa membuat MCT dalam bentuk serbuk.

Tapi semunya menyisakan masalah yang sangat serius. 

+
Begini…

Untuk mengubah minyak menjadi serbuk, itu membutuhkan zat ikat atau emulsifier.

Pertanyaannya, apakah zat ikat tersebut sesuai kriteria kita yang menerapkan gaya hidup rendah karbohidrat?

+
Untuk memastikannya, saya minta COA (certifikat of analisys) kepada produsen.

Dan tahukah anda, apa emulsifier yang mereka gunakan?

Pertama, menggunakan Maltodextrin.

Kedua, menggunakan Isomalto.

+
Keduanya saya tolak.

Karena saya paham sekali bahwa Maltodextrin adalah tepung jagung.

Ada juga yang menyamarkan kata Maltodextrin menjadi Fibersol. Tapi ya sama aja tepung jagung juga.

Dan untuk Isomalto oligosaccharides sendiri, ini bahan bakunya adalah tepung tapioka.

+
Kedua emulsifier itu tidak sesuai dengan kaidah diet rendah karbohidrat.

Dan karena karbohidratnya tinggi, sudah pasti saya sendiri tidak mau minum.

Karena itulah, kedua emulsifier tersebut saya diskualifikasi. 

+
Kalau tidak salah ingat, ada 4 produsen yang emulsifiernya tidak qualified.

Produsen keempat mengirim pertanyaan balik kepada saya.

Beritahu kami emulsifier apa yang zero netcarb, untuk kami gunakan agar hasilnya sesuai kriteria yang anda inginkan?

+
Singkat cerita saya menemukan satu jenis emulsifier yang sesuai kriteria.

Yaitu Acacia Gum, atau dikenal dengan nama lain Arabic Gum.

Ini jenis serat yang water soluble, alias larut air. Sekaligus kaya prebiotik, sehingga baik untuk pencernaan.

Dan yang paling penting, tidak mengandung karbohidrat yang dapat menaikkan kadar gula dalam darah.

+

Setengah tahun kemudian, produsen mengirim COA lagi.

Saya menerima sampelnya, dan saya mencobanya sendiri.

+
Ada dua varian yang mereka buat.

Varian pertama adalah Blended Oil.

Dan sesuai namanya, dia menambahkan komposisi lain.

Selain minyak C10 dan C8 + Arabic Gum, mereka menambahkan Soybean Oil.

+
Varian ini saya tolak dengan tegas dengan dua alasan.

Pertama, soybean oil itu minyak dari kedelai dengan rantai C18. Jadi tergolong lemak rantai panjang.

Kedua, karena Soybean oil masuk golongan alergen.

Jagi untuk sebagian orang, terutama yang punya autoimun, bisa menyebabkan flare, alergi, dan gatal.

+
Varian kedua sesuai keinginan saya.

Karena komposisinya adalah minyak C8, C10, dan sedikit sekali C12 pure dari kelapa.

Dan emulsifiernya adalah serat prebiotik arabic gum yang zero netcarb.

+
Harganya memang lebih mahal dibanding varian yang dicampur soybean oil.

Tapi dosisnya lebih sedikit.

Kalau Blended Oil satu servingnya 10 gram, yang varian kedua cukup 5 gram.

+
Saya tipe orang yang tidak mau mengorbankan kesehatan tubuh saya demi sebuah produk yang lebih murah.

Saya juga tidak bersedia menggunakan bahan baku lebih murah namun beresiko, hanya agar produk saya laku. 

Karena itu, saya akhirnya memilih menggunakan bahan baku kedua yang tidak dicampur dengan soybean oil.

+

Bahan baku ini kemudian saya ramu sedimikian rupa.

Saya ujicoba untuk peserta dietmentoring.com, dan saya bagikan testernya kepada kawan-kawan terdekat.

Bagaimana tanggapan mereka setelah mencoba, bisa anda lihat di kolom komentar. 

+

Setelah uji coba 7 kali, lalu komposisi, rasa, dan aromanya sudah saya anggap pas, maka saatnya masuk skala produksi.

Karena itu saya uji lab di Tuv Nort, salah satu lab paling bergengsi di Indonesia assal Jerman.

Untuk melihat benarkah komposisinya sudah zero netcarb?

Hasil Lab menunjukkan, bahwa kandungan NetKarbohidratnya hanya 0.09%

Artinya, dalam 100 gram, karbohidratnya hanya 0.09 gram, dan dianggap tidak ada. 

Maka dalam satu serving yang 5 gram itu, NetKarbohidratnya zero. 

+

Saat ini Fat Activator sedang dalam tahap mengajukan Ijin edar ke Dinas Kesehatan, dan seturut rencana akhir januari sudah bisa diedarkan secara bebas.

Setelah itu, baru akan mengurus ijin BPOM. Dan harganya tentu akan naik kalau sudah ada ijin BPOM hehehe.

+

Untuk komunitas Ketofastosis sendiri, Fat Activator sudah mendapat verifikasi vendor. Karena berdasar data lab, memenuhi kriteria protokol ketofastosis.

+

Jadi, kalau saya ditanya Fat Activator itu apa?

Maka jawaban saya adalah…

Fat Activator adalah 100% MCT C8 dan C10 dari kelapa, yang dibuat serbuk, menggunakan emulsifier serat prebiotik yang zero Netcarbohidrat. 

+

Tidak ada campuran minyak rantai panjang, minyak kedelai, emulsifier maltodextrin dan oligosakarides, alergen, atau pun karbohidrat yang menaikkan gula darah.

Dan itu berdasar ujilab Tuv Nord. Lab asal Jerman yang merupakan salah satu lab paling bergengsi di republik ini.

+

Kalau ditanya fungsi Fat Activator, maka lihat saja fungsi dua komposisi utamanya.

Pertama, 100% MCT dari kelapa.

Jadi tidak ada kandungan lemak rantai panjang, atau minyak soybean oil yang bersifat alergen.

+

MCT sendiri fungsinya adalah memberikan cadangan bahan bakar yang lebih mudah untuk diubah menjadi ACT (Acetat Acetat) dan BHB (Betahidoksibutirat), atau Ketone Bodies.

Selain itu, juga untuk membantu agar anda lebih mudah untuk mencapai kondisi ketosis.

+

Kedua, adah Prebiotik Fiber Arabic Gum.

Ini jenis serat larut air, dan tidak mengandungkan karbohidrat.

Dengan Arabic Gum, anda dapat memenuhi kebutuhan serat untuk mikrobiom di tubuh anda, tanpa perlu takut gula darah naik, atau keluar dari kondisi ketosis.

+

Tapi apakah  Fat Activator lebih baik dibanding VCO, x-MCT, Brainoctane, atau MCT berbentuk minyak lainnya?

Jawabannya adalah tidak!

Fat Activator hanya pilihan alternatif bagi anda yang enggak sanggup minum MCT berbentuk minyak.

Pilihan untuk anda yang ingin mengganti minyak MCT yang bikin eneg, dengan serbuk wangi yang bikin enak. ] [

 

Gabung Diet Mentoring